Siang-siang bukannya semangat malah galau. Dengerin lagu instrumen yang membuat hati menujukan sisi feminimnya (hahaha, serius banget gue ngomongnya).
Tadi gue bikin puisi dengan rima a-a-a-a, sebenarnya gue gak bisa buat puisi, terakhir buat puisi itu kelas 3 SMA, dan alhamdulillah hasilnya.... (bisa loe tebak deh). Gue gak tau kenapa nih jari tiba-tiba bergerak sediri, buka microsoft word dan mulai ngetik yang gk jelas. Karya ini gue kasi judul galau haha. Gue cuma minta comment aja sama karya gue, apa lagi loe yang ngerti tentang puisi..
Oh ya sebelumnya gue udah nyiapin kantong kresek, mungkin setelah baca ini loe bakal pusing-pusing dan mual hahaha
Selamat menyaksikan
Galau
Kisah aku
dan dia
Sebuah cerita
putus asa
Dimana aku
hanya bisa mengatakan cinta
Tanpa
memberikan sebuah bukti nyata
Gadis manis
yang aku panggil auliya
Kata maaf
sudah tak mempan lagi baginya
Dengan mudah
dia akhiri semuanya
Tanpa memberikanku
kesempatan untuk bertanya
Satu tahun
menjalin cinta
Dengan banyak
rintangan yang tak terduga
Aku hanya mendengar
suara manja
Ternyata kata
putus darinya
Kini aku
harus bagaimana?
Minum air
dengan racun di dalamnya?
Apakah dengan
begitu peduli akan menghampiri dirinya?
Ataukah dia
gembira mendengar semuanya?
Akan sulit
melupakan kisah penuh makna
Yang sudah
terpendam dalam jiwa
Tapi cinta
tidak bisa di paksa
Cinta itu
luas dan bebas bagi pemiliknya
Dengan
bangga aku meninggalkannya
Cara terbaik
melupakan kisah yang telah di bina
Tapi takkan
aku lupa kelembutan hatinya
Hati yang selama
ini ada dalam jiwa
Aku hanya
bisa memanjatkan doa
Semoga
engkau bahagia
Menemukan pangeran
cinta sesungguhnya
Mungkin bukan
aku orangnya
No comments:
Post a Comment