foto ema ketika sedang tidur
Suatu hari di sebuah warung makan yang tidak jauh dari kos gue, sesuatu yang mungkin sulit akan gue lupakan. Dengan malu-malu dia menatap ke arah gue, dan gue melihat ke arah dia. Mata kami saling menatap, dan itu adalah tatapan yang paling tulus yang pernah gue liat seumur hidup. Gue merasa deg degan, apakah hati gue sudah ditumbuhi oleh rasa cinta? Namanya Ema, itu adalah nama yang gue berikan untuk dia. Ema adalah seekor kucing kampung belang berjenis kelamin betina (jangan di bawa serius hahaha).
Ema adalah kucing yang sekarang gue pelihara, pertama ketemu Ema ketika gue lagi makan siang di deket kos. Tiba-tiba si Ema nyeruduk nyeruduk kaki gue, karena jinak banget, Ema gue bawa pulang ke kos.
Di kos si Ema kerjaannya ngobok ngobok aquarium gue, ngabisin jatah uang jajan gue dan temen gue karena harus beliin makan dan pasirnya hahaha. Selain ngobok ngobok air dan ngabisin jatah jajan, hobi yang paling Ema suka adalah ngilang. Ya ngilang, tapi tenang aja, Ema bukan kucing super hero atau jelmaan dari casper kok. Karena dia pernah ngilang selam dua hari. Ema ngilang mungkin karena gak betah di kos, mungkin juga dia pergi nyari angin, atau hanya sekedar ingin berlibur ke pantai dan naik gunung.
Gue inget ketika gue dan temen gue beliin Ema kalung, sampai berdebat untuk memilih warna. Dan mas mas penjaga pet shop melihat aneh ke arah kami berdua dengan tatapan penuh kecurigaan, dan dengan cepat temen gue bilang "Tunggu bentar mas, kami bukan pasangan kok" hahaha. Gara-gara kucing jadi begini.
Kebiasaan aneh Ema yang lainnya adalah, dia suka tidur dibawah meja belajar gue, suka tidur di bantal, sampai-sampai gue pernah bernatem gara gara rebutan bantal. Itulah kucing peliharaan gue, walaupun gitu gue sayang sama dia hahaha.
Soo, ngerawat kucing ada suka dan dukanya, ada susah dan mudahnya, dan kalau mau ngerawat kucing yang jelas ada kucingnya, itu adalah hal yang utama.
Terimakasih udah mau baca cerita ngawur gue. Sampai jumpa di cerita berikutnya..

No comments:
Post a Comment